Jumat, 09 Maret 2018

GELANGGANG TINJU JOKOWI

Segmen 1
Tudingan pertemuan politik di istana hingga tuduhan alat negara digunakan untuk mengamankan kepentingan politik pilpres. Pro kontra pencapaian kinerja pemerintah, sampai penangkapan pelaku penyebar hoax yang belakangan dituding menyerang pemerintah.
Di meja Mata Najwa, para narasumber bertarung pendapat soal pengungkapan Muslim Cyber Army. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tegas menjelaskan penangkapan anggota-anggota Muslim Cyber Army merupakan ketegasan penegakan hukum atas mereka yang berusaha memecah belah bangsa melalui provokasi hoax berbau SARA dan politik.
Segmen 2
“Ini karena semua pada baper (bawa perasaan)!” demikian sindir Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko soal kritik pertemuan Presiden Jokowi dengan partai-partai baru di kompleks Istana Kepresidenan. Partai pendukung pemerintah, Nasdem dan PDI Perjuangan pun menilai pertemuan Presiden dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kemudian diikuti pertemuan dengan Perindo, sebagai hal biasa saja. 
Riza Patria pun angkat bicara. Ketua DPP Partai Gerindra ini menyatakan pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo hal berbeda dan tak dapat dibandingkan dengan pertemuan Presiden Jokowi dengan PSI.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, “ Ini jelas offside!” Pernyataan ini disambut Ketua DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun, “ Offside menurut partai oposisi. Jadi kalau Pak Mardani mau ke istana tak apa-apa, jangan malu-malu.”

Segmen 3

“Seberapa fit jagoan Anda?” Mata Najwa membuka pembahasan soal rapor kinerja pemerintahan Jokowi. PDI Perjuangan dan Partai Nasdem juga diberi kesempatan terlebih dulu untuk memaparkan rapor pemerintahan Jokowi. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, “Pemerintah sedang membangun istana pasir.”
Penegakan pemberantasan korupsi, terkatung-katungnya kasus Novel, impor beras, pertumbuhan ekonomi, hingga dukungan bagi perdamaian Afghanistan yang dilakukan melalui lawatan Presiden ke Afghanistan.

Segmen 4
Direktur Eksekutif M. Qodari menyatakan kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi seharusnya bisa lebih tinggi. Ia membandingkan dengan survei kepuasan publik pemerintahan SBY jelang pilpres dahulu yang bisa mencapai kisaran 80 persen.
Jokowi resmi sudah mendeklarasikan diri maju di Pilpres 2019. Bagaimana dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto? Apa yang membuat Prabowo belum mendeklarasikan diri maju di Pilpres 2019? Tiga kali Mata Najwa bertanya pada Ketua DPP Gerindra Riza Patria mengenai hal ini.
Akhirnya Riza Patria menjawab, “Pasti maju. 1.000 persen pasti maju dan pasti menang.” 


Segmen 5
Sejumlah tokoh disebut-sebut layak mendampingi Jokowi sebagai cawapres di Pemilu 2019. Salah satunya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Apa tanggapan Moeldoko? Begini katanya, “Saya lebih memilih untuk pintar merasa daripada merasa pintar.” 
Menyambung pembicaraan bursa cawapres, menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari sejauh ini ada sejumlah nama yang masuk radar survei cawapres Pemilu 2019 seperti Anies Baswedan, Agus Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, dan Ridwan Kamil.

Segmen 6
Mata Najwa menantangnya, “Siapa teman-teman partai yang datang ke Gerindra? Saya langsung konfirmasi pada PDI Perjuangan dan Nasdem di sini ya.” Serta merta ini dijawab oleh Sekjen Partai Nasdem Johnny G. Plate, “ Jangan-jangan itu obrolan warung kopi yang ditanggapi serius.”

Tidak ada komentar:


Komentar